Panduan Lengkap

Cara Import Barang dari China ke Indonesia (2026)

Import barang dari China ke Indonesia bisa dilakukan sendiri atau lewat jasa forwarder. Ongkir laut (LCL) all-in mulai Rp 5.750.000/CBM, estimasi 21–28 hari sampai pelabuhan + door-to-door.

Alurnya: cari produk (1688/Taobao/Alibaba) → cek supplier → bayar → kirim ke gudang China → forwarder urus shipping + bea cukai → barang sampai depan pintu. Panduan ini jelaskan tiap langkah, lengkap dengan biaya & dokumennya.

1. Cari & Riset Produk di Marketplace China

Mulai dari menentukan produk yang mau diimpor + cari supplier di marketplace China. Tiga yang utama:

  • 1688.com — harga pabrik/grosir, paling murah, ada MOQ (minimum order). Baca: cara beli di 1688.
  • Taobao — eceran, tanpa MOQ, cocok sampel/coba pasar. Baca: cara beli di Taobao.
  • Alibaba — B2B internasional, supplier terverifikasi.

Bandingkan ketiganya: Alibaba vs 1688 vs Taobao. Untuk pilih produk yang laku: riset produk China.

2. Verifikasi Supplier & Negosiasi

Supplier abal-abal = risiko terbesar import. Sebelum transfer, pastikan supplier legit: verifikasi supplier China dan cek supplier scam atau legit.

Lalu nego harga + MOQ: negosiasi supplier, cara nego MOQ. Bayar aman pakai: metode pembayaran supplier China (RMB transfer). Selalu order sample dulu sebelum order besar.

3. Hitung Biaya Total (Landed Cost)

Biaya import = harga barang + ongkir + bea masuk + pajak (PPN/PPh). Ongkir laut dihitung per CBM (volume): panjang×lebar×tinggi cm ÷ 1.000.000. Detail: cara hitung biaya import, pajak & bea masuk, HS Code & tarif bea cukai, Incoterms FOB/CIF/EXW.

Hitung instan: kalkulator ongkir import China — masukkan ukuran barang, langsung dapat estimasi all-in mulai Rp 5.750.000/CBM.

4. Pilih Pengiriman: Laut vs Udara, LCL vs FCL

Laut (LCL) = paling murah, cocok barang besar/berat, 21–28 hari. Udara = cepat (5–10 hari), untuk barang nilai tinggi/urgent. Bandingkan: laut vs udara.

Volume kecil = LCL (berbagi kontainer). Partai besar = FCL (1 kontainer penuh). Baca: LCL vs FCL dan panduan FCL.

5. Dokumen & Bea Cukai

Bea cukai butuh dokumen lengkap (Commercial Invoice + Packing List). Salah dokumen = barang tertahan. Pelajari: dokumen import, cara hindari barang tertahan bea cukai.

Hati-hati barang Lartas (kosmetik, makanan, elektronik ber-SNI) yang butuh izin. Chindo Cargo urus customs clearance dasar untuk Anda.

6. Urus Sendiri atau Pakai Forwarder?

Urus sendiri = ribet (cari shipping, urus bea cukai, bahasa Mandarin). Pakai forwarder seperti Chindo Cargo = sekali bayar, door-to-door, bayar setelah barang sampai. Lihat layanan kami dan area: jasa import China per kota (Jakarta, Bali, Semarang, dll).

Bandingkan dengan forwarder lain: biaya Antara Logistik, Blueray Cargo, Ducking.id, Natindo.

Pertanyaan Umum

Berapa biaya import barang dari China ke Indonesia?

Ongkir laut (LCL) all-in mulai Rp 5.750.000/CBM tergantung kategori barang, sudah termasuk customs clearance dasar + door-to-door. Tambah bea masuk + pajak (PPN/PPh) sesuai nilai & HS Code barang. Hitung estimasi di kalkulator ongkir kami.

Berapa lama import China ke Indonesia?

Via laut (LCL) 21–28 hari sampai pelabuhan + customs clearance + pengiriman lokal. Via udara 5–10 hari. Door-to-door sampai alamat Anda.

Apa saja yang dibutuhkan untuk import dari China?

Produk + supplier (1688/Taobao/Alibaba), dana, alamat penerima, dokumen Commercial Invoice & Packing List dari supplier. Sisanya (shipping + bea cukai) bisa diurus forwarder.

Apakah pemula bisa import dari China?

Bisa. Mulai dari volume kecil (LCL/eceran), pakai jasa forwarder yang urus shipping + bea cukai + bahasa Mandarin. Anda cukup pilih barang & bayar.

Import China kena pajak berapa?

Bea masuk + PPN + PPh, bervariasi sesuai HS Code & nilai barang. Beberapa barang bebas/diskon bea masuk. Lihat panduan pajak & bea masuk kami.

Panduan terkait