
Menghitung biaya import China secara akurat adalah fondasi dari bisnis import yang profitable. Artikel ini memandu Anda memahami semua komponen biaya yang perlu diperhitungkan — apakah Anda menggunakan Wilhen Cargo atau mempertimbangkan alternatif.
Komponen Biaya yang Tidak Boleh Terlewat
Biaya di Sisi China (Origin Charges)
1. Pickup dari Supplier ke Gudang Forwarder
Jika supplier tidak mengantarkan sendiri ke gudang forwarder, ada biaya pickup yang perlu diperhitungkan. Berkisar Rp 50.000–150.000 tergantung jarak.
2. Handling & Consolidation Fee
Biaya penerimaan, pengecekan, repack, dan konsolidasi di gudang China. Biasanya per kg atau per paket.
3. Storage (jika ada)
Jika barang harus menunggu di gudang sebelum jadwal pengiriman, storage fee akan berjalan — biasanya ada free storage 7–14 hari, setelah itu dikenakan biaya harian.
Biaya Pengiriman (Freight)
Laut LCL: Per CBM (kubik meter). Biasanya USD 20–35/CBM untuk rute standar China-Indonesia.
Laut FCL: Per kontainer. 20 feet atau 40 feet — harga negotiated.
Udara: Per kg atau per chargeable weight (mana yang lebih besar: berat aktual atau berat volumetrik).
Biaya di Sisi Indonesia (Destination Charges)
THC (Terminal Handling Charge): Untuk laut — biaya penanganan di pelabuhan.
B/L Processing / AWB Fee: Biaya dokumen pengiriman.
Customs Clearance Fee: Jasa pengurusan bea cukai.
Pajak Import (Ditetapkan Pemerintah)
| Komponen | Besaran |
|---|---|
| Bea Masuk | 0–40% dari CIF value |
| PPN | 11% dari (CIF + Bea Masuk) |
| PPh (dengan API) | 2.5% dari nilai impor |
| PPh (tanpa API) | 7.5% dari nilai impor |
Biaya Last-Mile Delivery
Pengiriman dari gudang customs ke alamat Anda. Bervariasi tergantung kota tujuan dan jarak.
Mengapa Model All-In Lebih Baik untuk Bisnis
Ketika semua komponen di atas digabungkan dalam satu angka yang diberikan di muka, Anda mendapatkan:
- Kepastian biaya sebelum order dieksekusi
- Kemampuan pricing yang akurat untuk harga jual produk
- Kontrol margin yang lebih baik
- Tidak ada kejutan saat tagihan akhir tiba
Inilah standar yang Chindo Cargo terapkan untuk setiap klien.
Simulasi Perbandingan: Forwarder Terpisah vs All-In
Kiriman: 2 CBM barang household, laut LCL, Foshan ke Jakarta, nilai USD 1.500
| Komponen | Estimasi (Rp) |
|---|---|
| Freight LCL (2 CBM) | Rp 700.000 |
| Handling China | Rp 300.000 |
| THC + B/L | Rp 450.000 |
| Customs clearance | Rp 600.000 |
| Bea masuk (10%) | Rp 2.400.000 |
| PPN (11%) | Rp 2.904.000 |
| PPh tanpa API (7.5%) | Rp 1.800.000 |
| Delivery ke Jakarta | Rp 250.000 |
| Total Landed Cost | Rp 9.404.000 |
Dengan model terpisah: Anda mungkin hanya melihat Rp 700.000 di penawaran awal.
Dengan model all-in: Anda langsung tahu Rp 9.404.000 dari hari pertama.
FAQ
Q: Apakah saya bisa minta estimasi total biaya dari Chindo Cargo sebelum memutuskan?
A: Ya. Hubungi kami via WhatsApp dengan detail kiriman dan kami siapkan estimasi all-in secara gratis — tanpa kewajiban apapun.
Q: Biaya mana yang paling sering membuat importir kaget?
A: PPh tanpa API (7.5%) dan biaya customs clearance — dua komponen ini sering tidak disebutkan di penawaran awal forwarder yang tidak transparan.
Q: Apakah ada cara untuk mengurangi pajak import secara legal?
A: Ya — dengan memiliki API (Angka Pengenal Import), PPh turun dari 7.5% menjadi 2.5%. Tim Chindo Cargo bisa konsultasikan ini dengan Anda.
Hitung Total Biaya Import Anda dengan Akurat — Gratis
💬 Minta Estimasi All-In via WhatsApp
📋 Lihat Pricelist Lengkap Chindo Cargo
📦 Kalkulator Biaya Import Mandiri