Singkatnya: jastip cocok untuk pembelian pribadi 1–5 item (titip beli + kirim, all-in mulai Rp 150–300 ribu/kg via udara). Import borongan cocok untuk stok jualan 1 CBM ke atas via laut (all-in mulai Rp 4–6 juta/CBM sudah termasuk bea cukai, PPN, PPh, sampai gudang). Import resmi/undername wajib untuk pengadaan B2B, ritel modern, atau barang larangan terbatas yang butuh dokumen PIB atas nama PT importir.
Apa Itu Jastip, Import Borongan, dan Import Resmi?
Sebelum membandingkan biaya, pahami dulu definisi tiap model. Tiga istilah ini sering dipakai bergantian di marketplace, padahal proses, dokumen, dan risikonya beda jauh.
Jastip (Jasa Titip) — kamu titip beli barang ke pihak ketiga yang sudah ada di China atau punya akses ke supplier di sana. Forwarder beli atas nama mereka, lalu kirim ke alamat kamu di Indonesia. Cocok untuk barang personal, hadiah, atau sampel. Volume kecil (per pcs sampai puluhan kg), umumnya via udara atau laut LCL kecil. Lihat detail jasa titip China Chindo.
Import Borongan (Konsolidasi) — kamu beli sendiri dari supplier China (Alibaba, 1688, Taobao, pabrik langsung), lalu titip pengiriman + pengurusan bea cukai ke forwarder. Forwarder gabungkan barangmu dengan barang importir lain dalam satu kontainer (LCL). Cocok untuk stok jualan 0.5–10 CBM. Pelajari layanan jasa import borongan China.
Import Resmi (Undername) — kamu pinjam bendera PT importir resmi yang punya API-U/API-P, NIB, dan izin terkait. Dokumen PIB (Pemberitahuan Impor Barang) keluar atas nama PT tersebut. Wajib untuk volume besar, produk yang butuh SNI/izin BPOM/Kemendag, atau jika kamu jual ke ritel modern/B2B yang minta invoice resmi PPN. Detail di jasa undername import.
Tabel Perbandingan Lengkap
| Aspek | Jastip | Import Borongan | Import Resmi |
|---|---|---|---|
| Volume ideal | 1 pcs – 50 kg | 0.5 – 10 CBM | 10 CBM+ atau B2B |
| Moda kirim | Udara / laut kecil | Laut LCL/FCL | Laut FCL |
| Estimasi tarif | Rp 150–300 ribu/kg (udara) | Mulai Rp 4–6 juta/CBM | Negosiasi per shipment |
| Pajak impor | Sudah termasuk | Sudah termasuk (bea masuk, PPN, PPh) | Sudah termasuk, faktur pajak resmi |
| Dokumen PIB | Tidak ada | Konsolidasi (manifest) | Atas nama PT importir |
| Faktur pajak (PPN) | Tidak | Tidak | Ya, bisa dikreditkan |
| Waktu pengiriman | 5–10 hari (udara) | 25–35 hari (laut) | 25–40 hari |
| Cocok untuk | Personal, sampel, gift | UMKM, online seller | Distributor, ritel, B2B |
| Pembayaran | Di muka | Setelah barang sampai gudang Chindo | Termin per kontrak |
Kapan Pakai Jastip?
Pilih jastip kalau:
- Beli barang untuk pemakaian pribadi (gadget, fashion, kosmetik untuk dipakai sendiri).
- Belum punya kontak supplier China dan butuh seseorang yang bisa nego, cek kualitas, dan beli langsung.
- Volume kecil — di bawah 1 CBM atau di bawah 50 kg.
- Butuh cepat (5–10 hari via udara).
- Tidak butuh faktur pajak.
Contoh kasus: beli 3 jam tangan, 10 lipstik, atau 1 set kamera dari Taobao. Lewat jastip lebih praktis daripada repot urus pengiriman + bea cukai sendiri.
Kapan Pakai Import Borongan?
Ini sweet spot 80% pelanggan Chindo. Pilih import borongan kalau:
- Sudah punya supplier sendiri di Alibaba/1688/Taobao dan tahu mau beli apa.
- Volume 0.5–10 CBM per shipment (mulai 1 dus besar sampai setengah kontainer).
- Jualan online (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop) yang nggak butuh faktur pajak ke pembeli akhir.
- Tidak buru-buru — siap nunggu 25–35 hari via laut.
- Mau biaya termurah per pcs.
Tarif all-in Chindo per CBM sudah mencakup ongkir laut China–Indonesia + bea masuk + PPN + PPh impor + handling sampai gudang kami di Semarang atau Bali. Yang nggak termasuk hanya pengiriman lokal dari gudang Chindo ke alamat kamu (dihitung terpisah sesuai ekspedisi domestik). Cek estimasi instan lewat cek ongkir.
Kelebihan model ini: bayar setelah barang sampai gudang Chindo. Risiko di awal jauh lebih kecil dibanding setor lump-sum di depan.
Kapan Pakai Import Resmi (Undername)?
Pilih jalur resmi kalau salah satu kondisi ini terpenuhi:
- Volume besar konsisten — di atas 10 CBM per shipment atau 1 kontainer 20-feet/40-feet penuh.
- Produk butuh izin khusus — makanan/minuman (BPOM), kosmetik (BPOM + notifikasi), elektronik (SDPPI/Postel), mainan anak (SNI), tekstil (SNI), alat kesehatan (Kemenkes).
- Penjualan B2B atau ritel modern — pembeli minta faktur pajak PPN yang bisa dikreditkan.
- Mau bangun brand jangka panjang dengan jejak impor legal lengkap untuk audit, perpajakan, atau pendanaan.
- Produk dalam kategori Lartas (Larangan Terbatas) yang tidak bisa lewat jalur borongan.
Import resmi lebih mahal per unit dibanding borongan karena ada fee undername, biaya dokumen API-U, dan margin tipis lebih ketat. Tapi ini satu-satunya jalur legal jangka panjang untuk skala distribusi.
Cara Memilih: Decision Tree Singkat
Tanyakan ke diri sendiri urutan ini:
- Buat pribadi atau jualan? Pribadi → jastip. Jualan → lanjut.
- Butuh faktur pajak / izin BPOM/SNI? Ya → import resmi. Tidak → lanjut.
- Volume di bawah 10 CBM dan jualan online? Ya → import borongan. Tidak → import resmi.
Untuk mayoritas UMKM dan online seller Indonesia, jawabannya berhenti di import borongan. Naik kelas ke import resmi saat omzet bulanan stabil di atas Rp 200 juta atau kamu mau masuk Alfamart/Indomaret/marketplace official store.
Kombinasi Strategi: Mulai Borongan, Naik Resmi
Banyak pelanggan Chindo mulai dengan import borongan untuk test pasar (1–2 CBM per bulan), lalu setelah produk laku konsisten 6–12 bulan, naik ke import resmi untuk skala. Pendekatan ini meminimalkan modal awal dan risiko stok mati.
Baca panduan import China untuk roadmap lengkap dari nol sampai shipment pertama.
Pertanyaan Umum
Apakah benar tarif Chindo per CBM sudah termasuk semua pajak?
Ya. Tarif all-in Chindo per CBM sudah mencakup ongkir laut + bea masuk + PPN + PPh impor + handling sampai gudang Chindo di Semarang/Bali. Tidak ada tagihan pajak tambahan setelah barang sampai. Yang dihitung terpisah hanya pengiriman lokal dari gudang ke alamat kamu.
Kalau saya pakai jastip lalu jualan online, apakah aman?
Untuk volume kecil (sampel, batch test 5–20 pcs) masih wajar. Begitu rutin restock per bulan, pindah ke import borongan supaya biaya per pcs turun signifikan dan dokumen pengiriman lebih rapi.
Apa risiko import borongan tanpa undername untuk seller online?
Untuk penjualan ke konsumen akhir (B2C) lewat marketplace, model konsolidasi umumnya aman karena pembeli tidak meminta faktur pajak. Risiko muncul jika produk masuk kategori Lartas (BPOM/SNI wajib) — di sini mau tidak mau harus pakai jalur resmi.
Berapa lama proses import borongan dari China ke gudang Chindo?
Rata-rata 25–35 hari dari supplier China sampai gudang Chindo Semarang/Bali, tergantung jadwal kapal dan proses bea cukai. Setelah sampai gudang, baru kamu bayar dan kami atur pengiriman lokal ke alamat kamu. Lihat semua layanan untuk detail lengkap.