Daftar Barang Restricted & Larangan Import Indonesia 2026

Salah satu penyebab barang tertahan di bea cukai adalah tidak tahu barang restricted atau butuh izin khusus. Artikel ini membahas daftar lengkap barang yang dilarang, dibatasi, dan izin yang dibutuhkan.

Kategori Barang Import

1. Barang Bebas (Unrestricted)

Import tanpa izin khusus, hanya perlu dokumen standar.

2. Barang Dibatasi (Restricted)

Boleh import dengan izin khusus dari instansi terkait.

3. Barang Dilarang (Prohibited)

Tidak boleh import sama sekali.

Barang yang DILARANG Import

1. Narkotika & Psikotropika

– Semua jenis narkoba

– Obat-obatan terlarang

– Psikotropika tanpa izin

Sanksi: Pidana berat

2. Senjata & Amunisi

– Senjata api

– Amunisi

– Alat peledak

– Senjata tajam (kecuali untuk koleksi dengan izin)

3. Pornografi

– Majalah, buku, video pornografi

– Produk dewasa tertentu

Sanksi: Penyitaan & denda

4. Barang Bajakan

– DVD/CD bajakan

– Produk copyright violation

– Fake brand (Louis Vuitton, Gucci, dll)

Sanksi: Penyitaan, denda, pidana

5. Barang Radioaktif

– Material radioaktif

– Limbah berbahaya

– Tanpa izin BATAN

6. Satwa & Tumbuhan Dilindungi

– Hewan/tumbuhan langka

– Produk dari satwa dilindungi (gading, kulit, dll)

– Tanpa izin CITES

Barang RESTRICTED (Butuh Izin Khusus)

1. Obat-Obatan & Suplemen

Yang restricted:

– Obat keras

– Suplemen makanan

– Vitamin

– Herbal medicine

Izin yang dibutuhkan:

BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)

– Import Produk Nomor (IPO/ML)

Proses:

1. Registrasi produk ke BPOM

2. Testing & evaluation

3. Dapat izin edar (ML)

4. Baru bisa import

Waktu proses: 6-12 bulan  

Biaya: Rp 10-50 juta tergantung produk

Catatan: Suplemen untuk konsumsi pribadi (<10 botol) biasanya masih diperbolehkan.

2. Kosmetik

Yang restricted:

– Face cream, lotion

– Lipstik, makeup

– Body care products

– Hair care products

Izin: BPOM (Notifikasi atau Izin Edar)

Proses:

Notifikasi: Untuk produk low-risk (1-3 bulan)

– Izin Edar: Untuk produk high-risk (6-12 bulan)

Biaya: Rp 5-30 juta

Catatan: Beauty tools (makeup brush, facial roller) **TIDAK** butuh BPOM.

3. Elektronik & Alat Telekomunikasi

Yang restricted:

– Handphone

– Tablet

– Laptop (untuk komersial)

– Walkie talkie

– Drone

– Wireless devices

Izin:

TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) – untuk beberapa produk

Postel – untuk alat telekomunikasi

SNI – untuk beberapa elektronik

Produk wajib SNI:

– Charger & adapter

– Powerbank

– LED bulb

– Beberapa elektronik rumah tangga

Proses SNI:

1. Testing produk di lab terakreditasi

2. Apply sertifikat SNI

3. Dapat stiker SNI

4. Bisa import

Waktu: 2-6 bulan  

Biaya: Rp 10-50 juta (tergantung produk)

4. Makanan & Minuman

Yang restricted:

– Makanan kemasan

– Minuman

– Snacks

– Ingredients

– Food supplements

Izin:

BPOM (MD untuk makanan)

Halal (MUI) – jika target Muslim

SNI – untuk beberapa produk

Proses:

1. Registrasi ke BPOM

2. Testing lab

3. Sertifikat halal (opsional tapi penting)

4. Dapat izin edar

Waktu: 4-8 bulan  

Biaya: Rp 5-30 juta

Catatan: Makanan untuk konsumsi pribadi (jumlah wajar) biasanya ok.

5. Mainan Anak

Yang restricted:

– Mainan anak <14 tahun

Izin:

SNI Mainan

Requirement:

– Testing safety (toxic material, choking hazard, dll)

– Label peringatan umur

– Sertifikat SNI

**Waktu:** 2-4 bulan  

**Biaya:** Rp 5-20 juta

6. Tekstil & Garment

**Yang restricted:**

– Pakaian (untuk komersial besar)

– Tekstil (fabric)

**Izin:**

**SNI Tekstil** (untuk beberapa kategori)

**Izin Kemenperin** (untuk volume besar)

**Catatan:** Import pakaian untuk bisnis kecil (ratusan pcs) biasanya masih ok tanpa izin khusus.

7. Alat Kesehatan

**Yang restricted:**

– Termometer

– Tensimeter

– Alat diagnostik

– Masker medis

– Alat medis lainnya

**Izin:**

**Kemenkes** (Izin Edar Alkes)

**Proses:**

1. Registrasi ke Kemenkes

2. Testing & evaluation

3. Dapat izin edar

4. Bisa import

**Waktu:** 4-8 bulan  

**Biaya:** Rp 10-40 juta

8. Baterai Lithium & Barang Berbahaya

**Yang restricted:**

– Powerbank

– Baterai lithium

– Barang flammable

– Kimia tertentu

**Requirement:**

**UN Certified Packaging**

**MSDS** (Material Safety Data Sheet)

**Dangerous Goods Declaration**

**SNI** (untuk powerbank)

**Shipping:**

– Harus pakai cargo khusus dangerous goods

– Biaya lebih mahal

– Tidak semua forwarder mau handle

9. Tanaman & Benih

**Yang restricted:**

– Tanaman hidup

– Benih

– Bibit

**Izin:**

**Karantina Tumbuhan** (Kementan)

**Import permit**

**Proses:** Ribet, butuh inspeksi karantina

10. Hewan & Produk Hewan

Yang restricted:

– Hewan hidup

– Pet food (mengandung animal protein)

– Produk dari hewan

Izin:

**Karantina Hewan** (Kementan)

**Import permit**

Catatan: Pet food tanpa animal protein (vegetarian) biasanya lebih mudah.

Cara Cek Barang Anda Restricted atau Tidak

1. Cek HS Code Produk

**HS Code** (Harmonized System Code) adalah kode klasifikasi barang internasional.

Cara cek:

1. Google: “HS Code [nama produk]”

2. Cek di website Bea Cukai: insw.go.id

3. Tanya forwarder/customs broker

Contoh:

– Phone case: HS Code 3926.90

– Powerbank: HS Code 8507.60 (restricted, butuh SNI)

2. Cek di INSW (Indonesia National Single Window)

Website: insw.go.id

Fitur:

– Database barang restricted

– Izin yang dibutuhkan

– Instansi yang mengeluarkan izin

3. Konsultasi dengan Customs Broker

Tanya ke forwarder/customs broker Anda. Mereka biasanya tahu barang mana yang risky.

Konsekuensi Import Barang Restricted Tanpa Izin

1. Barang Ditahan di Bea Cukai

– Tidak bisa keluar dari customs

– Bisa tahan berminggu-minggu sampai berbulan-bulan

2. Denda

– Denda administratif

– Bisa hingga ratusan juta (tergantung kasus)

3. Barang Disita

– Jika barang prohibited

– Atau tidak bisa urus izin

4. Blacklist

– Importir/perusahaan bisa masuk blacklist

– Susah import ke depannya

5. Pidana (Kasus Berat)

– Narkotika, senjata, dll

– Sanksi pidana berat

Tips Aman Agar Tidak Kena Masalah

1. Riset Sebelum Order

– Cek HS Code

– Cek di INSW

– Tanya forwarder

2. Mulai dari Barang Aman

Barang aman untuk pemula:

– Fashion accessories (non-elektronik)

– Home decor (non-elektronik)

– Stationery

– Phone case (non-elektronik)

– Beauty tools (bukan kosmetik)

3. Deklarasi Jujur

– Jangan undervalue (tulis nilai lebih kecil)

– Jangan salah deklarasi (tulis barang lain)

– Bea cukai punya scanner & AI detection

4. Gunakan Forwarder Berpengalaman

– Forwarder bagus tahu barang risky

– Bisa bantu customs clearance

– Warning jika ada masalah

5. Siapkan Dokumen Lengkap

– Commercial invoice

– Packing list

– Certificate of origin (jika ada)

– Spec sheet (untuk elektronik)

6. Jangan Import Barang “Grey Area” Jika Tidak Siap Ribet

Contoh grey area:

– Replica/inspired by brand

– Elektronik tanpa SNI

– Suplemen tanpa BPOM

Risk: Bisa lolos, bisa ditahan. Safer skip jika pemula.

FAQ Barang Restricted

**Q: Apakah phone case butuh izin khusus?**  

A: Tidak, phone case (non-elektronik) bebas. Tapi jika branded (fake brand), bisa kena masalah.

**Q: Powerbank butuh izin apa?**  

A: Butuh SNI. Proses 2-4 bulan, biaya Rp 10-30 juta. Atau beli dari supplier yang sudah punya SNI.

**Q: Bisa import kosmetik untuk dijual?**  

A: Bisa, tapi butuh BPOM (notifikasi atau izin edar). Proses 1-12 bulan tergantung produk.

**Q: Pakaian/fashion butuh izin?**  

A: Untuk volume kecil-menengah biasanya tidak. Tapi untuk kontainer penuh mungkin butuh izin Kemenperin.

**Q: Bagaimana jika barang sudah terlanjur ditahan?**  

A: Opsi: (1) Urus izin (jika memungkinkan), (2) Re-export (kirim balik ke China), (3) Abandoned (relakan disita).

**Q: Apakah ada daftar lengkap barang restricted?**  

A: Cek di insw.go.id atau download Peraturan Menteri terkait lartas (larangan dan pembatasan).

Butuh Bantuan Cek Barang & Customs Clearance?

Kami bantu cek apakah produk Anda restricted dan urus customs clearance dengan aman.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

[Layanan Customs Clearance](/layanan/customs-clearance/)

Jangan sampai barang tertahan di bea cukai. Konsultasi dulu sebelum order.

Share the Post:

Related Posts