Asia
Jasa Ekspor Indonesia ke Filipina
Pasar konsumsi besar dengan selera yang dekat dengan produk Indonesia, terutama makanan ringan, mi instan, kopi, dan produk perawatan. Bahan bangunan dan furnitur juga terserap.
Ringkasan jalur
- Pelabuhan muat
- Tanjung Priok, Bitung, Tanjung Perak
- Pelabuhan bongkar
- Manila (MICT/South Harbor), Cebu, Davao
- Transit laut
- LCL 10–18 hari, FCL 7–14 hari
- Transit udara
- 2–4 hari
Komoditas Indonesia yang paling terserap
- • Makanan ringan & mi instan
- • Kopi & minuman
- • Bahan bangunan
- • Furnitur
- • Produk plastik
Daftar ini menunjukkan ke mana permintaan mengarah, bukan jaminan bahwa produk Anda otomatis boleh masuk. Kelayakan tetap ditentukan HS code dan aturan tujuan — dicek sebelum booking, bukan setelah barang berlayar.
Tarif preferensi & SKA
Form D (ATIGA); RCEP sebagai alternatif.
Gerbang aturan di Filipina
FDA Philippines mensyaratkan lisensi importir dan registrasi produk (CPR) untuk pangan dan kosmetik. Bea Cukai Filipina memakai sistem penilaian yang ketat terhadap nilai transaksi.
Kesalahan yang paling sering menahan kiriman
Undervaluation di invoice untuk menekan bea masuk buyer. Ini memicu penilaian ulang, denda, dan penahanan — dan reputasi eksportirnya ikut tercatat.
Pertanyaan umum
Berapa lama pengiriman ekspor ke Filipina?
Lewat laut: LCL 10–18 hari, FCL 7–14 hari. Lewat udara: 2–4 hari. Angka ini transit pelabuhan-ke-pelabuhan atau bandara-ke-bandara — belum termasuk waktu konsolidasi, kepabeanan di kedua ujung, dan pengantaran akhir.
Pelabuhan mana yang dipakai untuk ekspor ke Filipina?
Muat umumnya dari Tanjung Priok, Bitung, Tanjung Perak, bongkar di Manila (MICT/South Harbor), Cebu, Davao. Pemilihan pelabuhannya bukan sekadar soal jarak — jadwal kapal langsung dan biaya di terminal tujuan sering lebih menentukan total biaya daripada ocean freight-nya sendiri.
Dokumen apa yang wajib untuk ekspor ke Filipina?
Dasarnya: invoice, packing list, PEB (diajukan atas nama Anda lewat mitra PPJK berlisensi), dan bill of lading atau AWB. Tambahannya bergantung komoditas dan aturan tujuan — FDA Philippines mensyaratkan lisensi importir dan registrasi produk (CPR) untuk pangan dan kosmetik. Bea Cukai Filipina memakai sistem penilaian yang ketat terhadap nilai transaksi.
Apakah ada tarif preferensi untuk ekspor ke Filipina?
Form D (ATIGA); RCEP sebagai alternatif.
Apa kesalahan paling sering saat ekspor ke Filipina?
Undervaluation di invoice untuk menekan bea masuk buyer. Ini memicu penilaian ulang, denda, dan penahanan — dan reputasi eksportirnya ikut tercatat.
Tujuan lain di Asia
Kawasan lain
Layanan pendukung
