Asia
Jasa Ekspor Indonesia ke Thailand
Thailand membeli bahan baku industri dan komponen otomotif dari Indonesia, sekaligus jadi pasar konsumsi untuk produk makanan dan perawatan tubuh dengan cerita merek yang kuat.
Ringkasan jalur
- Pelabuhan muat
- Tanjung Priok, Tanjung Perak
- Pelabuhan bongkar
- Laem Chabang, Bangkok
- Transit laut
- LCL 9–15 hari, FCL 6–11 hari
- Transit udara
- 2–3 hari
Komoditas Indonesia yang paling terserap
- • Komponen otomotif
- • Batu bara & mineral
- • Produk kelapa & turunannya
- • Kosmetik
- • Kemasan & kertas
Daftar ini menunjukkan ke mana permintaan mengarah, bukan jaminan bahwa produk Anda otomatis boleh masuk. Kelayakan tetap ditentukan HS code dan aturan tujuan — dicek sebelum booking, bukan setelah barang berlayar.
Tarif preferensi & SKA
Form D (ATIGA); RCEP sebagai alternatif.
Gerbang aturan di Thailand
Thai FDA mengatur registrasi pangan, kosmetik, dan suplemen sebelum barang boleh diedarkan — proses ini dilakukan importir di Thailand, bukan eksportir.
Kesalahan yang paling sering menahan kiriman
Mengira registrasi Thai FDA bisa diurus setelah barang tiba. Tanpa registrasi importir, kiriman menumpuk di pelabuhan dan menimbulkan demurrage.
Pertanyaan umum
Berapa lama pengiriman ekspor ke Thailand?
Lewat laut: LCL 9–15 hari, FCL 6–11 hari. Lewat udara: 2–3 hari. Angka ini transit pelabuhan-ke-pelabuhan atau bandara-ke-bandara — belum termasuk waktu konsolidasi, kepabeanan di kedua ujung, dan pengantaran akhir.
Pelabuhan mana yang dipakai untuk ekspor ke Thailand?
Muat umumnya dari Tanjung Priok, Tanjung Perak, bongkar di Laem Chabang, Bangkok. Pemilihan pelabuhannya bukan sekadar soal jarak — jadwal kapal langsung dan biaya di terminal tujuan sering lebih menentukan total biaya daripada ocean freight-nya sendiri.
Dokumen apa yang wajib untuk ekspor ke Thailand?
Dasarnya: invoice, packing list, PEB (diajukan atas nama Anda lewat mitra PPJK berlisensi), dan bill of lading atau AWB. Tambahannya bergantung komoditas dan aturan tujuan — Thai FDA mengatur registrasi pangan, kosmetik, dan suplemen sebelum barang boleh diedarkan — proses ini dilakukan importir di Thailand, bukan eksportir.
Apakah ada tarif preferensi untuk ekspor ke Thailand?
Form D (ATIGA); RCEP sebagai alternatif.
Apa kesalahan paling sering saat ekspor ke Thailand?
Mengira registrasi Thai FDA bisa diurus setelah barang tiba. Tanpa registrasi importir, kiriman menumpuk di pelabuhan dan menimbulkan demurrage.
Tujuan lain di Asia
Kawasan lain
Layanan pendukung
